Total Pageviews

Popular Posts

Blog Archive

Tuesday, September 13, 2011

Kebagian Harta Karun Sukarno

Di suatu waktu dan di suatu tempat

Di kejauhan ada rame-rame orang berkumpul. Karena penasaran, saya ikut nimbrung. Oh rupanya ada presentasi sesuatu.

“Bapak-bapak, Ibu-ibu..saya di sini akan menawarkan sebuah solusi bagi Indonesia.”, kata orang yang lagi orasi di depan.

“Ini saya mempunyai bukti bahwa Amerika dulu pernah ngutang sama bangsa Indonesia. Amerika mau bangkrut pada jamannya John F Kennedy (JFK). JFK butuh emas untuk menerbitkan uang dollar yang baru”. Hmm..boleh juga tuh orang pidato.

“Kebetulan Indonesia pada jaman itu punya emas yang banyak dari kerajaan-kerajaan dulu. JFK meminjam emas tersebut, dan menjanjikan bunga 2.5% buat Indonesia. Nih buktinya ada tanda tangannya”. Sambil menunjukkan gambar berikut:

“Ini adalah bagian dari kerjasama rahasia yang diberi nama ‘Green Hilton Agreement’. Kalau rahasia ini sampai terkuak Amerika bisa heboh, karena perekonomian mereka dibackup oleh emas dari Indonesia”. Yang nonton pun pura-pura manggut-manggut tahu.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu bisa mendapatkan bagian emasnya, dengan cara iuran 500 ribu saja. Uang ini dipakai untuk biaya administrasi. Nih kalau gak percaya, foto emasnya ada tulisannya Sukarno”.

Mana tulisan Sukarno-nya kecil amat gambarnya? Kayaknya pernah denger neh penipuan kayak gini. Pergilah saya dari situ. Terlihat beberapa orang sedang mendaftarkan dirinya sambil menyerahkan sejumlah uang di meja sebelah.

Di waktu lain dan di tempat lain

Waktu lagi makan di pinggir jalan, ada sesorang menghampiri. Penampilannya lumayan rapi. Dia membawa map dan sebuah tas. Tanpa basa-basi dia pun ngomong.

“Mas, anda pengen kaya gak?”, kata dia. Hmm..seperti orang mau menawarkan MLM neh pikir saya.

“Nih, saya bawa dokumen penting neh mas. Ini perjanjian antara Sukarno sama John F Keneddy pada tahun 1963 di Jenewa. Perjanjian ini yang sering disebut orang harta karun Sukarno itu lho mas.” Jangan-jangan ini orang komplotan orang yang kemarin itu.

“Sukarno pernah minjemin Amerika berton-ton emas, terus sekarang di simpen di Swiss. Nih lihat nih!”. Sambil memperlihatkan isi map tersebut yang berisi berat emas yang dipinjamkan.

“Lihat tanda tangannya Sukarno, presiden Amerika, sama orang banknya. Asli nih mas”, kata orang itu. Kok tanda tangannya beda dengan yang kemarin ya, pikirku.

“Sebenarnya John F Kennedy dibunuh karena perjanjian ini nih. CIA nggak mau orang-orang pada tau kalau sebenarnya Indonesia itu punya andil besar dalam perekonomian dunia. Tiga perempat uang di Amerika itu dibackup oleh emas kita.”

“CIA juga mendalangi penggulingan Sukarno pada tahun 66 karena masalah ini juga mas. Mereka nggak mau Indonesia nagih utang ke Amerika. Bisa bangkrut tuh Amerika.”, kata orang itu nerocos terus.

“Tenang aja mas, kita sudah punya akses ke harta tersebut. Kita sudah mengumpulkan tiga orang. Orang-orang ini yang sering disebut sebagai Satya Dharma, Suring Pati sama Lady of Roses. Cuma sidik jari mereka saja yang bisa membuka kotak-kotak penyimpanan harta tersebut.“ Hmm..canggih juga.

“Selain itu sebelum masuk mereka harus menyebutkan password..’Garuda Indonesia is married with Nangkuti than King Wall…’ wah saya lupa lanjutannya. Pokoknya banknya canggih deh, gak sembarang orang bisa masuk. Pake password semua.”

“Nah mas mau kebagian harta tersebut gak? Kita lagi butuh biaya untuk terbang ke Swiss nih, masih kurang sekitar 15 jutaan. Kalau mas mau minjemin nanti kebagian sekitar 1% harta tersebut. Lumayan lho walaupun cuma satu persen.”

Orang itu nerocos terus. Karena tidak saya tanggapi orang itu akhirnya pergi.

Penutup

Cerita di atas adalah fiksi belaka, kesamaan peristiwa dan nama, bisa jadi memang kebetulan belaka.

Woy…bangun oooiiii…kalau mau kaya ya kerja yang bener…harta karun itu hasil kerja nenek moyang selama ratusan tahun…masak ente yang kerja aja gak bisa mau minta bagian seeeh. Sadar diri dong!

No comments:

Post a Comment

Labels